
Pemenang Hadiah Nobel Untuk Efek Foto Elektrik
Albert Einstein, adalah seorang keturunan Yahudi yang tinggal di Jerman. Ia lahir di Kota Ulm, pada tanggal 14 Maret 1879. Ayahnya pemilik perusahaan alat-alatlistrik di Munich. Pada tahun 1933, ketika Jerman mempersiapkan dirinya untuk berperang, Einsteinmeninggalkan negerinya untuk menetap di Amerika Serikat.
pada masa kanak-kanaknya, ia pendiam, dan lemah dalam belajarnya. Ia senang menyendiri, tidak mau bergaul dengan teman-temannya. Di kelas, ia tergolong anak yang kurang cakap. Ia selalu menjawab lambat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh gurunya. Namun tidak jarang ia membuat gurunya kebingungan, karena tiba-tiba ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sulit.
Mata pelajaran yang paling disukainya ialah matematika dan kesusastraan. Tetapi ia juga menyenangi cabang ilmu yang umumnya baru disukai oleh orang dewasa. Yakni menyelidiki misteri yang dikandung oleh alam semesta. Disamping itu, juga ia sangat tertarik kepada jarum kompas yang senantiasa menuju ke arah utara.
Kian dewasa, Einstein kian nampak kelebihannya. Pada usianya yang ke-17, ia memasuki Sekolah Institut Politeknik di Zurich, Switserland. Di sinilah ia memperdalam ilmu kesukaanya, matematika dan Fisika. Pada tahun 1900 saat ia menerima tanda tamatnya, segera mendapatkan tawaran untuk menjadi asisten dosen. namun ia tidak bersedia. Kemudian ia berkerja pada sebuah kantor Paten di Bern.
Setelah ia menikah, masih terus bekerja dengan giat, berpikir dan banyak menulis. DI samping itu tak habis-habisnya mengadakan petemuan-pertemuan dan diskusi-diskusi. Ia berhasil merumuskan dan menyakinkan kepada kawan-kawannya, dasar-dasar hukum memahami alam semesta.
Kemudian menyusul teori ciptaanya. yakni teori relativitas yang menjadi terkenal hingga saat ini. Itu ditulisnya pada tahun 1905. tetapi teroi itu tidak langsung dapat diterima oleh masyarakat pada sat itu. Barulah secara berangsur-angsur kemudian mendapatkan pengakuan.
maka menanjaklah namanya. ia banyak mendapat undangan dari berbagai nuniversitas di Eripa. pada tahun 1913 ia menerima undangan untuk memimpin sebuah tempat penyelidikan ilmiah di Berlin. Ia pun menerimanya dengan baik. tetapi justru pada saat ia tinggal di Berlin inilah terjadi percecokan dengan istrinya. Akhirnya, ia pun bercerai dengan keluarganya. Lalu ia menikah dengan Elsa, adik sepupunya yang tinggal tak jauh dari rumahnya.
Buku teorinya yang pertama itu telah mendorongnya semakin giat untuk menulis. Akan tetapi buku itu sendiri hanya baru dikenal oleh para ilmuwan. barulah beberapa tahun kemudian setelah Perang Dunia pertama usai, teorinya itu dikenal secara meluas. Taktala terjadi gerhana matahari, pada saat itulah teorinya teruji. Yakni mencocokan dengan adanya berkas-berkas sinar.
sejak itulah namanya kian melambung. Semua orang menganggapnya sebagai orang jenius. Ia di anggap sebagai tokoh internasional, walaupun banyak orang kurang bisa mengikut gagasan-gagasan. Sejak itu pulalah membanjir undangan untuknya dari berbagai negara. Pada tahun 1921 ia memenuhi undangan dari Pemerintah Amerika Serikat. Disana ia mendapat sambutan hangat. (Tahun ini pula ia menerima hadiah nobel).
setelah 10 tahun lebih tinggal di Berlin, maka pada tahun 1933 ia pun menentukan dirinya untuk meninggalkan Jerman pindah ke Amerika. Pemerintah Amerika menerimanya dengan senang hati.ia diberi kedudukan yang baik dalam Institut di Princeston New Yersey. Institut ini memang lebih cocok dengan pribadinya. Sebab, lembaga ini tidak mengikuti kebiasaan seperti yang dipakai dalam universitas-universitas. Melainkan lebih banyak melakukan penyelidikan-penyelidikan atas dasar rencana-rencananya sendiri.
namun demikian, sekalipun disini ia menjadi guru besar, toh ia masih senang menyendiri, dengan biola kesayangannya. Ia memang termasuk seniman juga. tetapi ia juga sekaligus sahabat bagi mahasiswa-mahasiswanya. Mengapa tidak? Ia selalu membuka pintu bagi siapa saja yang memerlukannya. Memerlukan petunjuk atau nasihat-nasihatnya, terutama mahasiswanya sendiri.
Pada tahun awal tahun pecahnya Perang Dunia pertama, beberapa orang sahabatnya datang kepadanya untuk meminta bantuan. Masalahnya, karena mereka merasa sangat takut kalau-kalau nanti di dahului dalam membuat bom atom oleh Jerman. dengan demikian, Amerika sebaiknya cepat-cepat mendahuluinya. Para sahabatnya itu mendorongnya, karena dalam teorinya itu terdapat penegasan bahwa sejumlah besar energi terdapat dalam atom.
Ternyata Einstein adalah seorang humanis. Seorang yang penuh dengan rasa peri kemanusiaan. Ia merasa keberatan kalau teorinya akan dipakai sebagai alat menghancurkan sesama mahluk atau sesama manusia. namun akhirnya dapat diinsyafkan, bahwa bom atom itu nantinya justru akan menghentikan kekerasan-kekerasan yang sedang berlangsung. dengan kata lain, energi atomnya kemudian telah berguna sebagai alat perdamaian.
Pada tanggal 18 April 1955, Meninggallah tokoh jenius yang sudah amat berjasa ini. tetapi sampai saat ini, penemuanpenemuannya masih terus diuji dan mempengaruhi dunia ilmu pengetahuan modern.
Mata pelajaran yang paling disukainya ialah matematika dan kesusastraan. Tetapi ia juga menyenangi cabang ilmu yang umumnya baru disukai oleh orang dewasa. Yakni menyelidiki misteri yang dikandung oleh alam semesta. Disamping itu, juga ia sangat tertarik kepada jarum kompas yang senantiasa menuju ke arah utara.
Kian dewasa, Einstein kian nampak kelebihannya. Pada usianya yang ke-17, ia memasuki Sekolah Institut Politeknik di Zurich, Switserland. Di sinilah ia memperdalam ilmu kesukaanya, matematika dan Fisika. Pada tahun 1900 saat ia menerima tanda tamatnya, segera mendapatkan tawaran untuk menjadi asisten dosen. namun ia tidak bersedia. Kemudian ia berkerja pada sebuah kantor Paten di Bern.
Setelah ia menikah, masih terus bekerja dengan giat, berpikir dan banyak menulis. DI samping itu tak habis-habisnya mengadakan petemuan-pertemuan dan diskusi-diskusi. Ia berhasil merumuskan dan menyakinkan kepada kawan-kawannya, dasar-dasar hukum memahami alam semesta.
Kemudian menyusul teori ciptaanya. yakni teori relativitas yang menjadi terkenal hingga saat ini. Itu ditulisnya pada tahun 1905. tetapi teroi itu tidak langsung dapat diterima oleh masyarakat pada sat itu. Barulah secara berangsur-angsur kemudian mendapatkan pengakuan.
maka menanjaklah namanya. ia banyak mendapat undangan dari berbagai nuniversitas di Eripa. pada tahun 1913 ia menerima undangan untuk memimpin sebuah tempat penyelidikan ilmiah di Berlin. Ia pun menerimanya dengan baik. tetapi justru pada saat ia tinggal di Berlin inilah terjadi percecokan dengan istrinya. Akhirnya, ia pun bercerai dengan keluarganya. Lalu ia menikah dengan Elsa, adik sepupunya yang tinggal tak jauh dari rumahnya.
Buku teorinya yang pertama itu telah mendorongnya semakin giat untuk menulis. Akan tetapi buku itu sendiri hanya baru dikenal oleh para ilmuwan. barulah beberapa tahun kemudian setelah Perang Dunia pertama usai, teorinya itu dikenal secara meluas. Taktala terjadi gerhana matahari, pada saat itulah teorinya teruji. Yakni mencocokan dengan adanya berkas-berkas sinar.
sejak itulah namanya kian melambung. Semua orang menganggapnya sebagai orang jenius. Ia di anggap sebagai tokoh internasional, walaupun banyak orang kurang bisa mengikut gagasan-gagasan. Sejak itu pulalah membanjir undangan untuknya dari berbagai negara. Pada tahun 1921 ia memenuhi undangan dari Pemerintah Amerika Serikat. Disana ia mendapat sambutan hangat. (Tahun ini pula ia menerima hadiah nobel).
setelah 10 tahun lebih tinggal di Berlin, maka pada tahun 1933 ia pun menentukan dirinya untuk meninggalkan Jerman pindah ke Amerika. Pemerintah Amerika menerimanya dengan senang hati.ia diberi kedudukan yang baik dalam Institut di Princeston New Yersey. Institut ini memang lebih cocok dengan pribadinya. Sebab, lembaga ini tidak mengikuti kebiasaan seperti yang dipakai dalam universitas-universitas. Melainkan lebih banyak melakukan penyelidikan-penyelidikan atas dasar rencana-rencananya sendiri.
namun demikian, sekalipun disini ia menjadi guru besar, toh ia masih senang menyendiri, dengan biola kesayangannya. Ia memang termasuk seniman juga. tetapi ia juga sekaligus sahabat bagi mahasiswa-mahasiswanya. Mengapa tidak? Ia selalu membuka pintu bagi siapa saja yang memerlukannya. Memerlukan petunjuk atau nasihat-nasihatnya, terutama mahasiswanya sendiri.
Pada tahun awal tahun pecahnya Perang Dunia pertama, beberapa orang sahabatnya datang kepadanya untuk meminta bantuan. Masalahnya, karena mereka merasa sangat takut kalau-kalau nanti di dahului dalam membuat bom atom oleh Jerman. dengan demikian, Amerika sebaiknya cepat-cepat mendahuluinya. Para sahabatnya itu mendorongnya, karena dalam teorinya itu terdapat penegasan bahwa sejumlah besar energi terdapat dalam atom.
Ternyata Einstein adalah seorang humanis. Seorang yang penuh dengan rasa peri kemanusiaan. Ia merasa keberatan kalau teorinya akan dipakai sebagai alat menghancurkan sesama mahluk atau sesama manusia. namun akhirnya dapat diinsyafkan, bahwa bom atom itu nantinya justru akan menghentikan kekerasan-kekerasan yang sedang berlangsung. dengan kata lain, energi atomnya kemudian telah berguna sebagai alat perdamaian.
Pada tanggal 18 April 1955, Meninggallah tokoh jenius yang sudah amat berjasa ini. tetapi sampai saat ini, penemuanpenemuannya masih terus diuji dan mempengaruhi dunia ilmu pengetahuan modern.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar